Jumat, 11 Februari 2011


50 Tips Mengurangi Global Warming
 Sebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk membantu Bumi ini menjadi lebih bersahabat. Ubahlah beberapa rutinitas yang dapat menurunkan “jejak karbon Anda”. Yang pada akhirnya akan menghemat uang Anda juga. Tetapi yang terpenting adalah kita memberikan anak cucu kita tempat yang lebih baik untuk ditinggali.
 Berikut adalah 50 Tips Mengurangi Global Warming untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik…
 MAKANAN DAN MINUMAN
 1. Kurangi konsumsi daging—bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene  3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.
   2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.
   3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.
   4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.
   5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.
   6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.
   7. Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.
   8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.
   9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.
  10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda.
  11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan ataupun dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dan lain-lain. Tergantung kesempatan dan kemampuan Anda masing-masing.

DI RUMAH
   1. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.
   2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.
   3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya).
   4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda.
   5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.
   6. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.
   7. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stan by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.
   8. Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh, segera cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera cabut.
   9. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.
  10. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan “jejak karbon” yang besar.
  11. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.
  12. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecil, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.
  13. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anak cucu kita.
  14. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodifikasi sesuai keinginan Anda.
  15. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda. Hal ini akan mengurangi produksi mainan-mainan yang hanya akan terus menghabiskan sumber daya bumi kita.
  16. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.
DALAM PEKERJAAN
    1. Makan siang dikantor. Jika kita sering makan diluar kantor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (Berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).
   2. Gunakan kertas lebih sedikit. Gunakan e-mail internal Anda dan software perkantoran untuk membuat laporan internal. Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlukan untuk melakukan kesepakatan dengan pihak luar.
   3. Matikan peralatan kantor Anda. Matikan dari sumbernya. Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknya.
   4. Gunakan e-banking. Alihkan tagihan kartu kredit Anda melalui penagihan lewat e-mail, beberapa bank di Indonesia sudah dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah menyediakan fasilitas e-banking yang sangat lengkap. Kita bisa melakukan hampir semua transaksi pembayaran, transfer, pembelian voucher, dan lain-lain melalui internet banking, bahkan mobile banking.Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda. Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2 untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk pergi ke bank atau ke ATM.Mulailah belajar untuk menggunakan e-banking bila Anda belum biasa untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena teknologi pengamanan jaringan perbankan saat ini sudah sangat canggih. Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti dengan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk
 melakukan transaksi online dengan aman.
   5. Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/peraturan penghematan energi dan sumber daya di perusahaan Anda. Pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik untuk menangani limbah industri Anda.Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan sumber daya perusahaan. Tingkatkanlah kesadaran mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya membuat peraturan dan hukuman.Berkontribusilah bagi perlindungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Anda. Lakukanlah program penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.

DALAM PERJALANAN

   1. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat! Sebab berlibur akan sangat meningkatkan jejak karbon Anda. Terutama jika dilakukan dengan menggunakan pesawat. Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.Pesawat terbang merupakan penyumbang gas rumah kaca yang lebih signiikan daripada mobil atau kendaraan darat lainnya.
   2. Kurangi perjalanan bisnis Anda. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomunikasi via internet. Ditambah lagi dengan makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeluaran perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara signiikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuhkan tanda tangan Anda atau yang benar-benar membutuhkan kehadiran Anda.
   3. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari. Anda akan menghemat salah satu seumber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.

SAAT MENGEMUDI

   1. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainya, dan menjadikan sebagai bisnis Anda.
   2. Kecil itu indah dan hemat. Jika Anda tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atau mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bahkan hidrogen, tergantung dari kemampuan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebunan. Gunakan kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.
   3. Ganti bahan bakar Anda! Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.
   4. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda. Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar Anda.
   5. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama Anda maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk beberapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan ataupun bahan bakar harian Anda akan sangat terasa.
   6. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca ilm yang baik atau penghalang matahari yang banyak dijual di toko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang rindang.
   7. Berbagilah! Carilah rekan kerja, teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.
   8. Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendadak. Hindarkan mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500-3000 rpm, beberapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.

ELEKTRONIK

   1. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang. Jika harus menggunakan yang satu kali buang gunakan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat biaya, efektif!
   2. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik. Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konvensional). Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemukan produk elektronik hemat energi karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetak maupun elektronik.
   3. Gunakan lebih lama. Jangan mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama. Jika terpaksa dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.

ALAT KEBERSIHAN

   1. Cleaner, greener, meaner. Meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ramah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket. Belilah bila Anda mampu. Namun sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka dengan air hangat (50:50), larutan cuka air tersebut dapat digunakan sebagai pembersih serba guna.. Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan bau pada karpet.
   2. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Terutama saat membersihkannya.
   3. Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan, akan sangat membantu kesegaran lingkungan Anda.
   4. Untuk penanganan barang beracun, segera hubungi dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda.

sumber:
E-book GLOBAL WARMING
Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S.


Seminar Teologi Bencana
12 Juli 2008
Pakem, Jawa Tengah
 Materi Teologia Bencana menurut Iman Kristen - Rebecca Young

Sejuk dulu ada “teologi bencana” yang dilihat dalam cerita mengenai banjir yang pernah menutup muka bumi. Semua kebudayaan di dunia ini mempunyai mitos banjir: India, Iran/Persia, Mesir, Yunani, Italia, – Dalam Bhagavata Purana, kisah mengenai banjir yang memusnahkan manusia seluruhnya kecuali empat pasangan. Utk orang Yahudi di dalam Taurat ada cerita mengenai banjir itu, yang ditafsirkan sebagai hukuman Tuhan kepada dosa manusia.
Jadi bagaimana kita sampai sekarang tetap dengar tentang banjir itu? karena agama-agama kita menyampaikan kisah itu sebagai contoh bagi manusia, apa yang terjadi kalau kita berdosa.

Tetapi sekarang ada banyak variasi teologi bencana, dari Allah sebagai Tuhan yang sangat marah dan mau memberi dendam pada manusia yang berdosa, kepada Allah yang tidak langsung mengakibatkan bencana tetapi berjanji untuk selalu akan berada dengan manusia waktu menderita supaya mereka tidak merasa kesendiraan.

Mengapa bencana bisa terjadi kalau Tuhan mengasihi manusia. Adalah kisah dasar dari agama Yahudi:

A.  Taurat
   1.  Kejadian 1:1-5
      Kesimpulan yang terkait dengan teologi bencana
1.     Tuhan membuat segala sesuatu dari ketidakadaan; penciptaan dari nol
·       Dunia seperti yang kita kenal belum ada, yang ada hanya keadaan serba kacau, “Chaos merajalela, ” dan gelap
2.     Yang dibuat itu dianggap oleh Tuhan “sungguh amat baik”
·       Jadi kita sebagai ciptaan Tuhan percaya, alam semesta itu “Baik” dan kita menjadi binggung kalau sesuatu yang tidak baik bagi manusia terjadi dikarenakan alam.
·       Orang beriman dapat menanyakan, mengapa ini terjadi? dan mencari keterangan
3.     Terang dan gelap dipisahkan
·       Dari sini kita melihat, di dalam alam semesta ada “gelap” dan ada “terang”
·       “Gelap” itu tidak dihapuskan sama sekali tetapi digeser
4.     Jadi dari ayat-ayat ini yang pertama di Kitab Suci kita sudah melihat  bahwa Tuhan Allah yang Mahakuasa ingin mengendalikan chaos dan gelap di dalam alam semesta
·       Tuhan tidak mau ciptaan-Nya terancam oleh keadaam chaos dan gelap.
5.     Sama saja dengan air samudra raya, seperti berikut:
   2. Kejadian 1:6-10
       Kesimpulan dari ayat-ayat ini:
                  (1.) Air samudra raya pun digeserkan dan dibatasi melalui langkah-langkah Allah:
·       Membuat cakrawala/langit, memisahkan antara air yang di atas dan di bawah
·       Air di bawah langit dikumpulkan pada satu tempat supaya kelihatan yang kerinYang kering diberi peran sebagai darat atau tanah, bumi.
·       Dengan langkah ini, Tuhan menciptakan tempat hidup bagi manusia dan ciptaan lain.
                  (2.) Jadi chaos pra penciptaan, yaitu baik kegelapan maupun air samudra raya, dibatasi dan
                          digeserkan oleh Allah.
·       Tidak ditiadakan, melainkan dibatasi dan digeserkan.
·       Supaya ada terang dan ada tanah bagi manusia dan ciptaan lain, di mana kita bisa hidup.
                  (3.) Kisah ini bukan tentang ilmu alam melainkan memberitahukan kehendak Allah
·       Allah tidak mau ciptaan terancam oleh keadaan chaos dan gelap, apalagi air samudra .
·       Seluruh penciptaan oleh Allah terarah kepada kehidupan dalam keadaan damai sejahtera
                  (4.) Kisah ini tidak begitu saja mengabarkan bahwa Allah membuat segala sesuatu dari nol.
                  (5.) Penciptaan diceritakan sebagai konfrontasi dengan gelap gulita dan samudra raya,
                          yaitu kekuatan yang bersifat chaos, di mana hidup tidak mungkin
                  (6.) Dengan perkataan lain, kegelapan dan ancaman samudra nyataannya belum begitu saja
                          lenyap tetapi masih bisa bergerak di pinggir ciptaan Allah
                  (7.) Teka-teki dalam ciptaan yang baik itu: masih ada sisi-sisi yang gelap.
·       Ancaman dan chaos dalam Taurat sering mempunyai bentuk air laut/sunggai
·       Ancaman hidup manusia sekarang ini tetap mempunyai bentuk banjir/tsunami

3. Alkitab:
     a. Wahyu 21
                  (1.) Di sini digambarkan situasi di mana laut sama sekali tidak ada lagi
                  (2.) Allah sedang menuntun dunia kita ke arah itu, dunia yang diperbarui, di mana samudra                   raya (atau dengan kata lain, chaos) dan gelap tidak ada lagi.
                  (3.) Ancaman chaos dan kegelapan ditiadakan secara definitif.
                  (4.) Jangan sampai kita mengambil kesimpulan bahwa segala peristiwa di dunia ini secara
                  langsung menyatakan kehendak Allah
·       Tsunami atau banjir tidak bisa dianggap seakan-akan direncanakan dan dihendaki Allah
·       Akan tetapi kehendak Allah itu selalu untuk meniadakan chaos dan kegelapan
    b. Kebangkitan Nabi Isa

Jadi, kesimpulan kita dari semua yang di atas adalah:
Chaos dan kegelapan di dunia itu (yaitu kejahatan dan kekerasan manusia dan juga bencana alam yang mengorbankan orang) hanya sementara dan tidak mempunyai kekuatan sendiri kecuali kalau kita memberi kejadian-kejadian itu semacam kekuasaan di atas kita dengan merasa putus asa atau mau membalas dendam.  Yang mempunyai kekuasaan di atas kita hanya Tuhan, dan Tuhan mengasihi kita. Kita tidak usah berfikir bahwa bencana adalah hukum dari Tuhan, karena yang jelas dari Taurat itu bahwa bencana bukan kehendak-Nya. Bahkan Allah mau mengendalikan chaos dan kegelapan, pertama kali dengan menciptakan alam semesta, dan kedua kali dengan kebangkitan Nabi Isa. Kita juga tidak usah takut kepada kekerasan dari orang lain, karena itu juga hanya sementara dan adalah gerakan untuk mereka sendiri mencoba menguasai kegelapan atau chaos dalam hidup mereka sendiri. 

Kita bisa belajar dari contoh Martin Luther King di AS, yang memakai cara “non-violence” terhadap kekerasan pemerintahku kepada kaum orang hitam.  Mereka berhasil menahan kekerasan itu dengan cara tertentu yang dipelajari, dan kemudian menjadi lebih bebas sebagai orang martabat di masyarakat mereka sendiri.  Karena dengan cara mereka “non-violence” itu (bukan terima saja kekerasan dari orang lain tetapi memakai cara tertentu supaya kekerasan itu tidak ditambah atau diperkuatkan atau menjadi lebih para lagi), kita dapat memberi contoh kepada yg orang itu atau kelompok itu bahwa kekerasan mereka tidak mempunyai arti bagi kita.  Dengan tujuan yang sama, Nabi Isa pernah bilang, “Kasihilah musuhmu”. Kita tahu bahwa kekerasan itu adalah tanda sisa kegelapan di dalam dunia, dan kalau kita sendiri memakai kekerasan, kita cuma memperbanyakkan kegelapan dan pengaruhnya. 

Maka kita harus mengikuti contoh Tuhan dan mencoba mengendalikan chaos dan kegelapan bagi saudara-saudara kita yang mengalami bencana.  Kita harus mencoba memberi tempat di tengah chaos dan kegelapan di dalam dunia di mana mereka dapat berdiri secara aman tanpa takut.  Dan tempat itu adalah di dalam kasih sayang Tuhan kita.

Dari Islam juga ada variasi dalam bidang teologi bencana:
4. 1883 tsunami di Krakatoa: Mullah-mullah Islam di Jawa melihat hubungan antara bencana alam dan penghakiman Allah dan pemerintahan Belanda.
1888: Pemberontakan Petani Banten adalah saat penting dalam sejarah Indonesia dari segi itu mengakibatkan ketidaksabaran masyarakat terhadap pemerintahan Belanda. Keledakan Krakatoa mempengaruhi pandangan politik sementara suatu orang Sufi dari Jawa, namanya Haji Abdul Karim, memberi dukungan rohani. Beliau meramalkan akan ada mahdi yang akan datang untuk membebaskan dari orang kafir dan akan ada beberapa hal yang akan memberi tanda kedatangannya: “penyakit sapi, banjir, hujan warna darah, gunung-gunung akan meledak dan orang akan meninggal.” Yang terjadi persis seperti diramalkan; keledakan Krakatoa adalah tanda yang terkakhir. Jadi para mullah menafsirkan kejadian-kejadian itu sebagai tanda Tuhan, “dendam Allah pada anjing kafir itu dan juga terhadap orang banten yang melayani kafir-kafir itu… Benarkah bahwa Allah menciptakan ombak yang naik 30 meter di atas pemukaan laut?” Allah sangat marah oleh karena orang Jawa diperintah oleh orang asing tetapi juga memperkuatkan mereka dengan kolaborasi. Solusi: orang Belanda harus diusir. Peberontakan itu akhirnya mengakibatkan orang belanda mundur dan Indonesia menjadi merdeka.

Sesudah tsunami yang terjadi di Aceh dan Nias pada tanggal 26 Desember 2004, juga ada variasi dalam cara orang menafsirkan makna dari kejadian itu.
1. ada orang Islam yang bilang itu hukuman bagi orang yang berdosa.
2. tapi juga ada orang Islam yang bilang waktu tsunami itu terjadi, semua orang menderita, kaya, miskin, tua, muda, perempuaan, laki-laki, jadi Tuhan tidak langsung pakai itu untuk memberi hukuman pada orang tertentu. Dari satu segi dapat disebut bahwa tsunami itu “fair” atau adil karena semua orang kena. Juga ada orang Aceh khusus yang bilang, sesudah 25 tahun lebih mereka mengalami konflik di mana orang Aceh sendiri yang paling menderita dan harus hidup dalam keadaan takut, akhirnya dengan tsunami semua orang kena, baik orang militer maupun orang GAM, baik orang Aceh maupun PNRI yang tinggal di situ, semua mengalami itu. Jadi bencana tidak tahu agama, suku, umur, kelas.
3. Akhirnya juga ada orang Muslim yang bilang, bencana yang diberi oleh Tuhan itu supaya ada pelajaran untuk manusia, seperti orang tua yang harus biarkan anak untuk menderita supaya menjadi dewasa, tidak dimanjakan. Jadi mereka merasa tsunami itu ada pelajaran di mana mereka berhenti konflik dan secara sungguh-sungguh mencari perdamaian yang tetap berlaku sampai saat ini.
Menurut saya, kita bisa menafsirkan itu dgn dua cara: Tuhan sengaja kirim tsunami sebagai pelajaran, atau tsunami itu terjadi oleh karena hukum-hukum alam (benua yang bergeser dan mendorong air ke atas) jadi tidak sengaja diakibatkan oleh Tuhan tetapi melalui kejadian alamiah itu Tuhan bisa bergerak di situ untuk membantu manusia.

Kita juga melihat di tsunami pada tahun 2004 bahwa
1. banyak orang Aceh merasa itu hukuman bagi mereka
2. tapi harus diingat, 30,000 orang Kristen meninggal di India, jadi bukan hanya orang Islam yang kena
3. ada manfaat: perdamaian di Aceh antara militer RI dan GAM.
4. tapi reconstruksi sesudah bencana juga bisa menjadi neo-kolonialisme: daerah bencana dapat direkolonisasi oleh LSM, perencana pemerintah, dan perusahaan dari luar negeri yang terlibat dalam rekonstruksi pascabencana. Meskipun mereka mungkin punya maksud atau tujuan yang baik, mereka selalu membawa prasangka mereka sendiri terhadap budaya dan teknologi, yang tidak sesuai dengan ketrampilan dan kebudayaan setempat, apalagi bertentangan peraturan lingkungan setempat. Kalau semua orang dan bangunan dimusnah oleh bencana, daerah itu menjadi “daerah kesempatan” di mana semua peraturan dapat ditulis kembali dari nol. Rekonstruksi neo-kolonial ini berfungsi dengan tiga cara: memberi kesempatan utk ekonomi berdasarkan pasar daripada ekonomi rakyat. Perusahaan global dan orang dari pasar bebas diberi kesempatan untuk mendukung privatisasi supaya institusi bagi rakyat diganti dengan perusahaan pariwisata. Di Thailand tsunami 2004 memusnahkan kampung-kampung di pantai Phuket supaya perusahaan swasta dapat kesempatan membangun hotel, resort, tempat berjudi dan kolam udang. Di Sri Lanka pemerintah mengijinkan perusahaan pariwisata untuk membangun hotel bintang lima sementara masyarakat ditempatkan di barak. Yang paling buruk adalah, masyarakat setempat diasingkan dalam negara mereka sendiri, dan diusir dari daerah perkembangan di pinggir pantai.
Apalagi sebagian dari rekonstruksi adalah, cara pembangunan atau bekerja setempat/adat diganti dengan yang dari luar. Rekonstruksi yang dilakukan oleh perusahaan internasional memaksakan rakyat untuk memakai teknologi dan bahan yang beda, aneh. Sampai rakyat hilang ketrampilan sendiri dan keahlian asli/setempat mereka tidak dinilai lagi. Misalnya bahan/cara utk membangun rumah, kesiapsiagaan dari adat-istiadat, dll. Namanya “kolonialisme canggi” – yang dulu adalah “kolonialisme kasar”. Bukan rekonstruksi tetapi memberi bentuk baru kepada segalanya – tsunami kedua yang terdiri dari globalisasi dan militerisasi, rencana untuk menyerahkan laut dan daerah di pinggir pantai kepada perusahaan asing dengan bantuan dari militer AS.
(ini bukan cara yang baru; pada abad 16/17, orang Kristen memakai kisah mengenai banjir di Taurat untuk memberi justifikasi untuk memusnahkan orang pribumi di Amerika Selatan dan Utara.


B. Peran Mesjid/Gereja dalam Pengelolaan Bencana
1. Peran Mesjid/Gereja dalam pengelolaan bencana bukan hanya penting tetapi keperluaan, kebutuhan dasar, apalagi di dalam negeri Indonesian ini yang rawan bencana.  Saya mau memberi masukan ini memulai dengan hal-hal yang sangat praktis:
·       Tiap Mesjid dan Gereja di Indonesia sudah mempunyai peran yang utama di tengah masyarakat yang beriman, apalagi di negara ini yang rawan bencana.
·       Di tengah masyarakat di Indonesia, sudah ada pelayan bagi korban bencana, yaitu orang yang beriman, termasuk Imam, Pendeta, Penginjil, Majelis, dan juga orang lain, orang biasa saja di dalam masyarakat yang punya ketrampilan melayani sesama – dari segi kesehatan, pembangunan, atau hanya untuk doa sama mereka waktu menderita… ada banyak peran yang harus dipenuhi sesudah bencana.
·       Pengelolaan Bencana adalah salah satu pelayanan bagi orang yang beriman, karena dengan melayani orang                   yang miskin, atau yang sakit, atau yang ada kekurangan lain, kita ikut kehendak Tuhan bahkan melayani Tuhan sendiri.
·       Juga kita bisa melihat bahwa orang yang beriman sudah mempunyai harapan bahwa mereka akan dapat bantuan dari mesjid/gereja mereka baik di dalam hal pribadi maupun di hal umum seperti bencana
·       Hampir tiap kampung di mana ada orang beriman paling tidak ada semacam gedung atau tempat untuk berkumpul untuk kebaktian (mesjid atau gereja);  itu dapat dimanfaatkan sebagai tempat distribusi makanan dan bantuan lain; juga sebagai tempat untuk kelompok koperasi, atau kegiatan anak-anak untuk mengatasi trauma.  Pasti hal-hal seperti ini sudah terjadi di banyak mesjid dan gereja;  yang penting adalah, jangan sampai fasilitas kita yang diberi oleh yang Mahakuasa hanya dipakai pada hari raya kalau ibadah, tetapi tiap hari sebagai tempat di mana orang dapat mengalami kasih sayang Tuhan.

2. Nabi Isa tidak hanya memberi khotbah atau merayakan hari raya tetapi melayani orang miskin dan tertindas, supaya mereka mendapat mengalami Pemerintahan Allah di dunia ini.
·       Mungkin hanya untuk sementara, tetapi pada saat dilayani sebagai korban bencana, mereka bisa membayangkan bagaimana keadaan nanti di sorga,
·       Di mana tiap orang akan dapat menduduk di satu meja sama Tuhan, makan sampai kenyang, dan tidak akan ada air mata lagi. 
·       Pemerintahan Allah seperti diajari oleh Tuhan bukan hanya dapat dikabarkan dengan kata-kata di dalam khotbah tetapi juga harus diwujudkan oleh tindakan-tindakan kita
·       Bukan hanya pemimpin mesjid/jemaat yang harus melayani masyarakat tetapi tiap orang yang beriman punya peran masing-masing, entah besar entah kecil.
·       Karena kita dididik oleh agama kita untuk berjalan seperti Pemerintahan Allah sudah nyata di dalam dunia
·       Kita bisa memulai mewujudkan itu di dalam mesjid/gereja kita masing-masing. 
·       Dengan tindakan itu, masyarakat di luar mesjid/gereja juga akan melihat bahwa kita betul-betul  mempercayai apa yang kita katakan, dan mereka juga bisa melihat kita sebagai contoh untuk tidak takut atas chaos dan kegelapan dunia ini tetapi percaya bahwa melalui Tuhan chaos dan kegelapan itu sudah diatasi.

3. Mesjid atau gereja di tempat juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi kesiapsiagaan, pengeloloaan bencana dan mengevaluasi perkembangan bantuan yang sudah dijanjikan.
·       Tempat di mana semua perjanjian dari luar dapat di umumkan
·       Orang-orang dari mesjid/gereja setempat bisa menjadi saksi mata untuk memberitahu, apakah apa yang pernah dijanjikan oleh pemerintah atau LSM atau donor dari luar negeri dipenuhi atau tidak, dan sampai mana.
·       Contoh: tiap kunjungan donor dicatat di satu papan tulis di depan mesjid/gereja dengan perjanjiannya. Melalui itu bantuan diberi secara transparen. Semua anggota masyarakat bisa tahu secara persis, apa saja yang dijanjikan, apa yang diharapkan oleh pihak itu.
·       Kemudian mereka (anggota masyarakat setempat) menjadi semacam evaluator, penilai, yang bisa dimanfaatkan kalau ada evaluator dari luar yang datang untuk membuat laporan, apakah bantuan diterima secara adil, apakah ada korupsi, apa apa yang terjadi kalau bantuan tidak dilaksanakan secara lancar.
·       Kalau mereka, yaitu siapa saja yang juga menjadi korban di dalam bencana, diberi peran seperti ini dalam pengelolaan bencana, mereka akan merasa lebih dihargai, dan juga akan lebih cepat berkembang kembali oleh karena mereka merasa seperti manusia yang martabat, bukan pengemis yang selalu tergantung pada bantuan dari luar.
·       Melalui pelayanan mesjid/jemaat mereka sendiri mempunyai peran yang penting sekali dalam mengawasi, mengevaluasi, menilai bantuan, memperkuatkan cara bantuan, dan memastikan supaya bantuan itu dibuat secara berkelanjutan.
·       Juga fasilitas mesjid /gereja dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan kesiapsiagaan. Barangkali YEU bersedia memberi latihan untuk kampung di mana saja ada kelompok yang tertarik.
·       Mungkin halaman mesjid/gereja bisa menjadi tempat perkumpulan orang kalau bencana terjadi.
·       Mungkin gong atau “bell” di mesjid/gereja bisa dipakai sebagai tanda bencana, untuk memanggil orang dengan bunyi yang sudah disetujui dan diumumkan pada masyarakat kalau sesuatu terjadi.
·       Ada banyak contoh lain kalau kita bisa berfikir secara kreativ, bagaimana mesjid/gereja bisa menjadi pusat kesiapsiagaan dan pengelolaan bencana sebagai contoh kasih sayang Tuhan dan juga sebagai alat Tuhan untuk mengeserkan chaos dan kegelapan dari kehidupan masyarakat di tempat.
·       Jangan merasa bahwa nasehat ini hanya memberatkan tugas tokoh iman, misalnya imam atau pendeta, karena sebetulnya tiap orang adalah “Pelayan” (“minister”) Tuhan. Tiap pelayan mempunyai tugas sesuai dengan kemampuan dan panggilan masing-masing.
·       Apalagi dengan ikut serta dalam kegiatan kesiapsiagaan atau pengelolaan bencana, semua orang akan merasa lebih terlibat dalam kewujudan Pemerintahan Allah dan menjadi lebih percaya diri, lebih seperti manusia yang martabat juga.
·       Tetapi juga kalau mesjid/gereja kita masing-masing sudah siap untuk apa yang akan terjadi kalau ada bencana, maksudnya nanti sebetulnya tugas sesudah bencana lebih ringan, lebih gampang, dan lebih banyak orang selamat daripada menjadi korban yang harus dilayani.
·       “An ounce of prevention is worth a pound of cure” Satu ons pencegahan berharga 16 kali lipat dari pengobatan

4. Semua pelayan atau organisasi lain – yaitu pemerintah, LSM, donor-donor dari luar – semuanya mempunyai tujuan sendiri yang beda dengan tujuan orang yang beriman.  Mungkin pemerintah hanya mau melayani masyarakat untuk mendapat suara dari tiap orang yang dilayani nanti waktu ada pemilu.  Atau LSM mau taruh spanduk di mana-mana supaya diperhatikan oleh donor dari luar dan dapat lebih banyak dana. Atau donor dari luar mau datang ke Indonesia, dipotret sama korban di sini, kemudian pulang dan memakai foto-foto itu di dalam media massa di negara sendiri supaya kelihatan seperti mereka sangat berduli dengan korban bencana.
                  Antara semua organisasi yang berada di dunia ini, hanya ada satu yang mempunyai tugas mengasihi sesama tanpa tujuan lain.  Dan “organisasi” itu adalah umat orang yang percaya pada Allah.  Hanya kita yang mempercayai, tugas kita di dunia ini adalah melayani sesama kita supaya orang lain bisa mengalami kasih sayang Tuhan kepadanya.  Tidak ada agenda lain di belakang pelayanan itu.  Tidak ada orang yang mencari kepentingan diri sendiri.  Kita sebagai orang beriman sudah tahu bahwa kita disayangi dan diampuni oleh Tuhan.  Oleh karena itu, kita bukan hanya mempercayai hal itu tetapi mengetahui dan memahami hal itu dengan keyakinan yang sangat kuat, sampai kita mau melayani orang lain supaya mereka juga bisa memahami itu. 
                  Oleh karena itu orang yang beriman di tiap tempat adalah di dalam tempat dan waktu dan keadaan di mana kita paling cocok untuk melayani masyarakat yang korban bencana. 

5. Orang beriman paling cocok untuk melayani korban bencana oleh hanya mereka yang melayani secara lengkap atau holistic. 
·       Pemerintah, LSM dll hanya mendistribusikan barang, makanan, memberi pendidikan, meminjam dana, atau melayani secara medis.
·       Hanya orang beriman yang memberi bantuan “batin,” spiritual, kepada korban – bukan evangelisasi/supaya mereka beralih agama, tetapi renungan mengenai kejadian bencana itu.
·       Pasti dalam tiap bencana, ada korban yang bertanya, “Mengapa ini terjadi?” “Mengapa Tuhan mengijinkan hal seperti ini?” “Mengapa saya kehilangan keluargaku, atau pekerjaanku, atau rumahku, atau tanahku?” 
·       Tidak ada organisasi lain daripada Mesjid atau Gereja yang bisa ikut serta di dalam pikiran dan perasaan dan pergumulan korban seperti itu;  tidak mungkin pemerintah akan mau, atau LSM, atau donor.
·       Tidak ada organisasi lain yang bersedia duduk dan berdoa sama korban.  Kalau korban itu dari agama lain, kita tetap bisa menawarkan doa kepada Allah yang Maha Esa.
·       Dari Kitab Suci (seperti kisah Ayub, atau kisah pengungsiaan orang Ibrani, atau kisah Nabi Isa, atau kisah Muhammad), kita bisa menceritakan kepada korban bagaimana dalam sejarah dunia, Tuhan sudah mengatasi chaos and kegelapan. 
·       Kita juga bisa mengakui kepada mereka bahwa kadang-kadang, kita juga mengalami  penderitaan, dan juga menjadi bingung mengenai artinya penderitaan itu.
·       Maksudnya, kita bisa bergumul bersama dengan korban untuk mencari makna di dalam kehidupan kita masing-masing, dan juga bagaimana supaya ada jalan keluar bersama-sama.
·       Kita bisa memberi kabar baik kepada mereka, yaitu bahwa, meskipun tetap ada penderitaan di dalam kehidupannya, itu sementara saja, dan Tuhan tetap mengasihi kita dan berjanji untuk mengatasi semua chaos dan kegelapan pada satu saat yang akan datang – dan bukan dengan kata-kata saja, tetapi dengan tindakan.

Lebih baik jangan sampai kita mencoba membunyikan diri di dalam kitab suci kita masing-masing, tetapi mencari jalan untuk menafsirkan itu secara yang relevan bagi masa kini. Kesusasteraan adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia; ada anak Rusia waktu dijadikan sandera yang bilang waktu ditangkap dia membayangkan Harry Potter akan datang untuk menyelamatkan dia, dan itu memberi harapan bagi dia.

Dalam agama kuno, banyak orang percaya bahwa Tuhan menguji manusia; tetapi sekarang sepertinya kita menguji Tuhan – apakah Tuhan sungguh-sungguh mahakuasa, setia dan memberi kasih sayang.
Kesimpulan: waktu orang dimusnahkan dan juga kalau merasa seperti doa-doanya tidak dijawab, lebih sulit untuk menjelaskan kejadian itu secara teologis. Yang terjadi pasca tsunami adalah, Tuhan menjadi manusia dan manusia menjadi Tuhan (melalui tindakan secara bermurah hati dan solidaritas). Peran Tuhan dan peran manusia dibalikkan. Yang jelas waktu bencana terjadi, tidak sulit untuk tetap bertindak sebagai manusia. Ide kita mengenai Tuhan sangat tergantung dan mencerminkan tanggapan mengenai diri sendiri. Apalagi, makin lama makin sulit mempunyai pandangan mengenai Tuhan yang sederhana, lengkap, rapi.

1. Tsunami, text and trauma: hermeneutics after the Asian tsunami. Biblical Interpretation 15 no 2 2007, p 117-134.

Minggu, 28 November 2010

Jalur Evakuasi Rakyat

Kampung Jua, Padang Pariaman, 28 November 2010

Kampung Jua, sebuah Korong (Kampung) yang dihuni oleh 154 kk, berada 2 km dari bibir pantai di Kabupaten Padang Pariaman. Mayoritas penduduknya adalah  suku Caniago. Sejak bencana gempa bumi 30 September 2009 lalu kampung tersebut belum tersentuh program rehabilitasi dari pemerintah setempat. Masih banyak ditemui rumah-rumah yang retak-retak dan berbahaya untuk ditinggali, namun oleh penghuni, rumah tersebut masih tetap dihuni, karena tidak ada pilihan lain selain tetap menghuni rumah tersebut.

Selain ancaman gempabumi, Kampung tersebut juga rentan terhadap bahaya Tsunami. Jarak kampung dengan bibir pantai hanyalah 2 km. Untuk mengantisipasi ancaman Tsunami, warga kampung secara mandiri menyiapkan jalan sebagai jalur evakuasi.  Kurang lebih 40 tahun silam warga secara sadar membuat jalan tembus ke kampung lain di sebelah timur desa dengan memotong sawah-sawah milik warga secara sukarela. Karena tidak tersentuh oleh pembangunan, jalan penghubung tersebut masih dalam keadaan berlumpur dan ditumbuhi oleh rumput yang tinggi. Gorong-gorong (= polong, dalam bahasa lokal), telah pecah dan tidak terurus. Jalan itulah satu-satunya yang lebih aman untuk evakuasi. Ada jalan lain yang langsung menjauh dari laut, namun harus melewati jembatan dan itu berbahaya untuk evakuasi dan mobil tidak cukup bisa melewatinya karena sempit. Selain itu juga tanah tinggi yang dituju berjarak 3 km, sehingga terlalu jauh untuk mencapainya. Sehingga dipilihlah jalan penghubung desa itu sebagai jalur evakuasi.

Untuk memulai bergotong royong membangun desa, masih cukup sulit untuk dimulai (lagi), entah mengapa, masih belum ada jawabannya. Dengan pendampingan yang penuh kesabaran, ketekunan dan konsistensi, akhirnya kegiatan gotong royong itu bisa berjalan kembali. Salah satunya adalah membangun Jalur Evakuasi Tsunami. Dalam gambar, Pak Efendi, yang merupakan tokoh adat (ninik mamak) adalah Ketua Tim Siaga Desa Kampung Jua beserta warga Kampung tengah mengayunkan paculnya untuk meratakan jalan dan memotong rumput yang membenamkan jalam tersebut. Tanpa rasa lelah sekitar 50 an warga bergotong-royong membangun jalur evakuasi secara mandiri. Warga berharap program PNPN Mandiri akan dapat digunakan untuk membangun jalan tersebut sebagai jalur evakuasi yang aman.


Pak Ete Lebai, pria yang sudah berumur 70 an, namun sangat bersemangat ikut dalam gotong royong tersebut. Dalam gambar, Pak Ete, panggilan akrabnya, mencoba mengajak warga-warga lainnya untuk terlibat dalam goro tersebut. Beginilah seruan Pak Ete kalau diterjemahkan," Masak kita tidak malu, orang dari luar saja ikut memperbaiki jalan ini, kok malah warga sendiri tidak mau ikut. Ayo, ayo, datang rame-rame gotong royong!".  Alhasil ada beberapa warga beserta anak-anak mereka meramaikan gotong royong tersebut. Gotong royong dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan jam 12.00 WIB. Sekitar jam 12 siang lewat,  warga menghentikan kegiatan gotong-royong ini, dan sisanya akan dilanjutkan minggu depan.

Selama 40 tahun lebih jalan penghubung desa tersebut tidak tersentuh oleh pembangunan. Kurang lebih 40 tahun silam, warga menyerahkan sebagian sawahnya secara sukarela untuk dijadikan jalan kampung. Namun tidak ada perhatian dari pemerintah setempat untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai oleh rakyatnya sendiri. Program kesiapsiagaan bencana dari BPBD-pun belum menyentuh kebutuhan rakyat ini. Dalam membangun jalur evakuasi ini harapannya tertumpu pada program PNPM Mandiri. Program ini seolah menjadi dewa penyelamat rakyat. Pemerintah terkesan berbaik hati memberikan dana pembangunan jalan ini, tanpa harus melewati rapat dewan untuk menyetujui atau tidak. Persetujuan oleh Panitia Program PNPM Mandiri cukuplah, cepat dan gampang. Inilah "program baik budi" pemerintah sekarang. Benarkah?

Pada 2009, pemerintah meningkatkan dana PNPM Mandiri yang berasal dari pinjaman Bank Dunia itu hingga mencapai Rp3 miliar per kecamatan. Sebanyak 22 pemerintah kabupaten/kota, terutama di wilayah Jawa, menolak PNPM Mandiri dengan alasan pembagian bantuan itu merupakan bentuk kampanye terselubung dari partai politik yang saat ini memegang tampuk pemerintahan. http://www.antaranews.com/view/?i=1229859089&c=EKB&s=